Membuat Garis

10 Jul

“Mbak, makasih ya…karena info dari mbak, aku sekarang dapat beasiswa ke Jepang,” kata salah seorang teman seperjuanganku – sesame scholarshiphunter – dalam emailnya padaku, juga ketika kami chat via YM.

“Kok bisa?’’ tanyaku agak nggak paham

“Iya.. waktu itu kan, mbak posting informasi mengenai beasiswa ADB, aku cek dan baca syarat-syaratnya, aku baca daftar universitasnya dan aku daftar, alhamdulillah keterima…,” ujar dia.

“Ahhh..itu mah karena usahamu sendiri, saya hanya menginfokan.. memforward informasi aja..,’’ jawabku kemudian.

 

Suer, aku sendiri dah lupa pernah posting informasi mengenai beasiswa ADB (yang mencakup banyak universitas di banyak Negara). Aku kerapkali mengirimkan informasi beasiswa, yang aku dapatkan… kepada teman-temanku… sekadar berbagi informasi saja.. bahwa beasiswa sebenarnya banyak sekali, tinggal kita memilih sendiri.. mana yang cocok untuk kita coba, untuk kita perjuangkan…

 

Aku terkesan pada temanku ini.. semangat belajarnya sangat tinggi, meskipun tempatnya bekerja tak begitu mensupport semangatnya itu.. maklum, dia perempuan, masih muda, belum menikah (waktu itu) dan baru bekerja dua tahunan.. kariernya masih panjang, jika ia terus-menerus belajar di luar negeri, atau di luar Padang, maka kampusnya tempat mengajar kekurangan orang dan tak mau begitu saja memberikan peluang kepada orang muda dan masih baru bekerja seperti dia…

Tapi dia terus berjuang untuk mendapatkan beasiswa dengan caranya sendiri.. meskipun dia dosen dan punya peluang untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah atau sejenisnya, dia tak hanya menunggu…

Kini, dia sudah hampir enam bulan belajar di Negeri Sakura itu.. rezeki dia yang lain adalah, persis sebelum dia berangkat ke Jepang, dia menikah dengan kekasih hatinya.. akhirnya, setelah sekian lama memperjuangkan restu orangtua, ia menikah juga dengan tambatan hatinya. Rencananya, suaminya akan menyusul dia ke Jepang dalam satu dua bulan ini… untuk belajar juga di sana, disupport oleh kantornya yang merupakan salah satu BUMN terbaik di negeri ini.

Nah… sekali lagi, siapa bilang menikah dan beasiswa harus dipertentangkan? Kalo sudah rezeki dan atas izinNya, tak ada yang bisa mengalahkan skenarioNya…

Satu catatan yang ingin aku garis bawahi di sini adalah, aku kerapkali menerima permintaan informasi dari teman-temanku, “kalo ada info beasiswa, kasih tau yaa…” tapi faktanya, setelah mereka tahu, mereka tak melakukan apapun.. sebagian malah berkomentar,” wah, ternyata susah yaa.. bahasa inggrisnya musti bagus, wah IPK nya musti bagus.. waduh musti punya pengalaman kerja yang bagus.. dst..dst…

Persoalannya adalah, apakah kita serius atau tidak? Jika yaaa… just do it.. ikhtiar, lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan…selebihnya biarkan menjadi bagian Allah untuk menentukannya..

Kalo kita tidak memulainya, bagaimana bisa sampai? Kalo kita tidak membuat satu titik, bagaimana mungkin kita bisa membuat garis panjang, sementara garis panjang sesungguhnya adalah kumpulan titik-titik….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: