Fellowship untuk Wartawan

1 Jun

Belum lama ini, aku mengikuti Asia Journalism Fellowship (AJF) yang berpusat di Singapura. Kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan penuh ini, sungguh menyenangkan.
Kita tak hanya diajak untuk belajar secara serius di dalam kelas workshop, seminar ataupun diskusi tetapi juga mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang kreatif dan unik di Singapura. Selain itu, kita juga mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi Singapura dengan cara kita… sebab waktu tiga bulan itu sungguh cukup untuk melakukan banyak hal.
Kalaupun ada hal yang “berat”..itu adalah tugas akhir yang musti dikumpulkan, berbentuk tulisan panjang, bisa berupa feature, report maupun presentasi. Kita memang diminta untuk melakukan penelitian (research) selama tiga bulan tersebut… waktunya, kita sendiri yang atur.. pokoknya, di akhir program kita musti mengumpulkan tugas tersebut.
Tidak ada aturan baku mengenai bagaimana format tugas akhir dari research ini.. pokoknya terserah kita.
Menurut Direktur AJF, PN Balji, “program ini memberikan kesempatan kepada wartawan untuk rileks sejenak dari deadline yang ketat di pekerjaan. tugas research itu adalah keinginan kalian untuk mendalami sesuatu, yang kalau di pekerjaan kalian, pasti tak bisa dilakukan sebab kalian dikejar deadline terus setiap hari”.
Aku adalah angkatan ketiga dari program AJF ini.. jadi program ini terbilang baru.. makanya terus dilakukan pembenahan dan perbaikan program dari tahun ke tahun…
Angkatanku sudah termasuk lumayan enak, sebab sudah ada dua pengalaman sebelumnya…sehingga angkatanku mengalami masa yang nyaman.. tak terlalu ketat dan tak terlalu santai jadwalnya.
seminggu, kadang ada tiga hari acara…tetapi kadang hanya satu atau dua hari… Kalo pas ada seminar, bisa lima hari penuh, tapi itu jarang terjadi…Ini dilakukan, sebab kita harus punya waktu untuk melakukan research..
Selain program yang oke, teman-teman dari berbagai negara di Asia (jumlah peserta rata-rata setiap tahun antara 14-15 orang), juga akomodasi dan uang saku yang memadai. Aku bisa membawa keluargaku untuk tinggal bersamaku, menemaniku selama tiga bulan tersebut…
apartement yang disediakan pun sekelas hotel bintang lima.. lokasinya yang strategis dan dekat ke mana-mana.. serta uang sakunya yang cukup untuk membiaya hidup sekeluargaku :)
kalo yang single atau datang tak membawa keluarga, pastinya uang sakunya berlebih dan bisa menabung… tapi kalo aku, karena bersama suami dan anakku yang masih bayi, aku bersyukur sebab kami tak perlu mengeluarkan uang dari tabungan kami untuk membiayai hidup kami bertiga.. uang saku yang diberikan itu cukup, asalkan diatur dengan baik penggunaannya.
Program ini, menurutku, sangat cocok untuk para wartawan dengan pengalaman kerja sekitar lima tahun ke atas… sebab dalam berbagai kegiatan, kita diminta berbagi pengalaman di negara masing-masing.. Jadi, kalo sudah cukup lama jadi wartawan, kita pun bisa berbagi banyak hal juga…
Cara mendaftarnya cukup mudah kok, nggak pake wawancara pula.. cukup mengirimkan aplikasi yang disediakan di website-nya yakni :

http://www.ajf.sg/

kita kirimkan, dan menunggu informasi apakah kita diterima atau tidak.
Memang, ada saat “merepotkan” ketika kita terpilih dan harus mengirimkan beberapa aplikasi tambahan untuk keperluan visa kerja, kartu perpustakaan dan tes kesehatan.. tapi percayalah, semua itu sesuai dengan pengalaman dan hal-hal yang akan kita peroleh di Singapura…
Jadi, aku mengajak para wartawan Indonesia mencoba melamar program ini dan merasakan manfaatnya…

2 Tanggapan to “Fellowship untuk Wartawan”

  1. arif harahap Oktober 10, 2011 pada 8:44 am #

    Halo mba, saya tertarik untuk mengikuti AJF 201, sebagai salah satu alumni, saya ingin bertanya bagaimana kiat-kiat mba dulu sehingga bisa lolos menjadi salah satu peserta. saya bekerja sebagai wartawan di sebuah stasiun tv swasta, sekiranya menurut mba apa yang harus saya tonjolkan saat melamar beasiswa tersebut. mengenai laporan yang akan dibuat nanti jika kita berhasil ikut program tersebut, apakah hanya dalam bentuk tulisan? apakah ada yang membuat dalam bentuk liputan dokumenter untuk tv?

    terima kasih sebelumnya mba, atas jawaban email saya

    • scholarshiphunter Oktober 11, 2011 pada 11:57 pm #

      Halo Arif…
      isi aplikasi yang bagus saja…CV kita terutama…
      terus, untuk contoh berita yang pernah kita buat, pilihlah yang paling menarik… kalo nggak salah diminta kirim 3 contoh yaa… nah, carilah yang paling menarik… misalnya yg paling menantang liputannya, atau paling banyak menarik perhatian masyarakat dan sejenisnya…
      soal research yang akan kita lakukan, bebas kok… kalo jurnalis tv mau bikin liputan dokumenter juga boleh…
      hanya problemnya, di singapur kan nggak sebebas di indonesia.. jadi mungkin untuk urusan ambil gambar, rada ribet… orang2 di sana ga terbuka ama wartawan…:)
      temen seangkatan saya dulu, dari televisi dan radio juga ada (dari negara lain), tapi mereka bikinnya tulisan…bukan laporan visual ato audio visual…
      tapi kalo mau arif coba, pasti menarik :)
      good luck yaa…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.